Minggu, 02 Januari 2011

Sejarah Baru dimulai disini

Sejarah baru dimulai. Lebih dari 100 ilmuwan dalam negeri dan 50 ilmuwan Indonesia di luar negeri berkumpul membahas berbagai persoalan untuk dapat memberikan solusi dalam membangun bangsa ini. Para ilmuwan mendiskusikan berbagai persoalan yang terbagi kedalam sebelas bagian (cluster). Kesebelas cluster tersebut yaitu pendidikan, ilmu sosial, teknologi dan ketahanan pangan, pengembangan wilayah dan lingkungan, rekayasa industri dan robotika, kedokteran dan bioteknologi, percepatan pembangunan ekonomi, energi, humaniora dan ilmu kemanusiaan, informatika dan elektronika, serta cluster inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Acara itu dilaksanakan Kamis-Sabtu, 16-18 Desember 2010 lalu di Gedung Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang diberi nama International Summit (IS) 2010.
Memang saatnya bangsa ini menghargai rakyatnya yang berada di luar negeri dengan mengajak mereka untuk mengatasi berbagai persoalan di negeri ini, yaitu ilmuwan-ilmuwan yang memiliki berbagai disiplin ilmu diberbagai penjuru dunia. Dengan dukungan penuh dari Kemendiknas, acara IS 2010 dapat terselenggara dengan sukses. Selain itu, acara ini sukses dengan bantuan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai universitas baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri untuk bersedia menjadi panitia IS 2010. Sebelum terbentuknya International Summit adalah dibentuknya I-4, yaitu Ikatan Ilmuan Indonesia International. Dan disinilah kemudian para ilmuwan di luar negeri berkoordinasi dengan ilmuwan dalam negeri melalui Kemendiknas merancang acara tersebut.
Saya teringat dengan cerita kebangkitan China dan India. Mereka mengumpulkan ilmuwan-ilmuwan negerinya, baik yang di dalam maupun yang di luar negeri untuk mengatasi berbagai persoalan dan mengembangkan pembangunan negerinya. Mereka disuruh kembali ke negerinya dan diberikan jabatan atau pekerjaan strategis dibidangnya dan diberikan kebebasan penuh untuk mengembangkan bidang yang dikuasainya dengan biaya penuh dari negara. Memang benar kata pepatah “ilmu dapat menerangi kehidupan seseorang”. Suatu negara yang maju, pasti banyak ilmuwan-ilmuwan dibalik majunya negara tersebut. Oleh karena itu, sebagai awal dimulainya sejarah baru semoga bangsa ini dapat belajar dari negara lain, dimana yang dulunya negara biasa menjadi negara yang luar biasa dengan ilmuwan-ilmuwan negerinya.
Ada hal yang perlu kita garis bawahi disini yaitu ilmu. Tanpa ilmu seseorang tidak dapat memiliki arah dan tujuan yang cemerlang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia menuntut ilmu secara terus-menerus sampai titik darah penghabisan. Apalagi kita yang masih muda, terus semangat dan optimis dalam menuntut ilmu. Seperti kata hadist “menuntut ilmu (belajar) diwaktu muda bagai mengukir di atas batu, belajar diwaktu tua bagai mengukir di atas air”. Untuk itu, mumpung kita masih muda terus berpacu dalam menuntut ilmu untuk menerangi kehidupan kita, serta demi kemajuan tanah air, bangsa dan negara.
*Q-jump*

REFLEKSI DI TAHUN 2010 SEBAGAI AWAL PEMBUKA MOMENTUM BARU DI AWAL DASAWARSA 2011

Dipenghujung baru tahun terlintas oleh kita beberapa pertanyaan-pertanyaan mendasar bagi seorang insan manusia menyambut tahun baru. Apa yang akan kita lakukan selama setahun kedepan? Apa saja yang sudah kita lakukan selama satu tahun ini? Pertanyaan itu berlanjut, apakah kita tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu? Pepatah bilang (tepatnya sih Hadist Nabi),”barang siapa lebih baik dari tahun lalu, maka dia orang yang beruntung; barang siapa sama dengan tahun lalu, maka dia adalah orang yang rugi; barang siapa lebih buruk dari tahun lalu maka dia adalah orang yang celaka”.

Jika kita ingin kegiatan atau agenda lebih baik (sukses), maka kita harus punya rencana. Perencanaan untuk membantu kita dalam memanajemen sumberdaya (waktu, biaya, dan tenaga). Dengan adanya perencanaan yang baik, maka kita akan membuat beberapa agenda persiapan yang baik dalam melakukan sebuah kegiatan, serta membuat plan-plan kegiatan jika dalam persiapan tersebut terjadi kendala-kendala yang tidak diinginkan. Dengan kita belajar dan mengimplementasikan perencanaan yang baik, insyaallah dalam keseharian kita akan terencana dengan baik pula.
Dalam melakukan sebuah perencanaan faktor yang mendukung adalah refleksi masa lalu. Hal ini untuk mengintropeksi seberapa persentase keberhasilan dalam melakukan kegiatan selama setahun lalu. Dalam hal ini rmerefleksi kembali output yang diperoleh serta kendala-kendala yang dihadapi selama kegiatan untuk tahun depan sebagai bekal dalam melakukan rekomendasi-rekomendasi. Tetapi yang perlu kita ingat, jangan sampai lupa dengan kemampuan, sumberdaya dan relevansi kegiatan tahun depan. Ketiganya harus kita pegang teguh dalam membuat sebuah perencanaan.

Pertanyaan kita yang terakhir, apakah tahun ini lebih baik dari tahun lalu? Jawab dengan optimis dan penuh harapan, ya! Insyaallah dengan mengawinkan antara perencaan kedepan dengan refleksi masa lalu, kendala-kendala dimasa lalu akan dapat teratasi dengan mudah, asalkan kita dapat komitmen dan secara penuh dapat mengekspresikan perencanaan tersebut secara maksimal. Hal-hal yang awalnya kita anggap mustahil sekalipun bisa terwujud. Menurut buku motivasi yang saya peroleh, sukses itu adalah singkatan dari lima kalimat yang saling berkaitan satu sama lain. S pertama; seleksi masalah, U; urutkan prioritas dan potensi, K; komit terhadap rencana dan tujuan, S kedua; siapkan perjalanan (metode-metode), E; ekspresikan visi dan rencana, S ketiga; serahkan semua kepada Tuhan. Segala sesuatu yang telah kita lakukan secara maksimal sekalipun jika Tuhan tidak berkehendak juga tidak akan berhasil. Yang penting kita harus selalu berusaha menjadi yang terbaik. “Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika tidak mau berusaha”. Selalu optimis menyambut hari, minggu, bulan, dan tahun baru. Selalu berusaha dengan sungguh-sungguh, ikhlas, dan sabar. Kita sudah berusaha, insyaallah Tuhan memberkahi.
*Q-jump*

Minggu, 02 Mei 2010

Renungan Bersama

Perlu disadari bahwa setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda, baik dalam cara berperilaku, maupun dalam mengungkapkan suatu pendapat. Namun yang perlu kita sadari, pendapat seseorang perlu kita hargai; jangan langsung dipotong atau menegasikan pendapat tersebut dengan cara-cara yang kurang pantas (keras, argumen pedang). Hal tersebut bisa mematikan argumen seseorang bahkan karakter individu tersebut, akibat dari cara memperlakukan individu tersebut saat berpendapat. Pendapat itu sah-sah saja dalam suatu kepanitiaan, namun harus tetap menjunjung nilai etika dan harus menerima keputusan bersama.

Tiada gading yang tak retak. Dalam suatu kepanitiaan pasti ada suatu permasalahan yang terjadi, baik dari internal maupun eksternal. Permaslahan yang dari internal ini kadang bisa berimbas kepada kegiatan maupun panitia/individu. Hal ini kadang menimbulkan ketidakharmonisan dalam kepanitiaan tersebut. Yang perlu kita sadari adalah bagaimana kita bisa menyikapi masalah tersebut? Jangan sekali-kali mencampuradukkan organisasi dengan kekelurgaan, dalam setiap menyelesaikan sesuatu. Karena tidak semuanya bisa diselesaikan dengan cara organisasi/kelembagaan saja, atau kekeluargaan saja, ataupun dengan keduanya.
Beberapa orang menganggap permaslahan tersebut terjadi karena miss informasi. Tetapi miss informasi ini jika kita pikir-pikir sebenarnya masih sangat umum. Miss komunikasi ini juga bisa disebabkan oleh suatu hal, salah satunya faktor perasaan. Perasaan kadang bisa membuat seseorang menjadi lebih sensitif, terutama saat seseorang sedang berkata atau berperilaku yang menurut pemikiran kita kurang wajar. Namun yang perlu lagi kita pikirkan, dalam suatu organisasi kemahasiswaan terdiri dari berbagai macam karakter individu, baik dari latar belakang budaya maupun agama. Coba kita renungkan bahwa “perbedaan itu indah” jika kita bisa menyadari itu. Bayangkan saja jika semuanya sama, akan seperti apa jadinya. Tapi dengan perbedaan tersebut, kita harus tahu batas-batas toleransi, tenggang rasa maupun etika.
****************************************************************************
Pasti kita sering mendengar pada saat masih di SD atau SMP bahwa budaya bangsa kita, Indonesia adalah Musyawarah dan Gotong-Royong. Tidak disadari bahwa budaya tersebut semakin hari semakin terkikis. Jangan sampai mencoba mengatasi suatu masalah dengan ego. Hal ini akan memicu diri kita untuk selalu sensitif (dalam hal negatif) dalam menyikapi sesuatu (pendapat, masalah, kritikan, dsb). Dalam kepengurusan kami yang hampir seperenambelas windu ini, kami mencoba dengan semaksimal mungkin mencoba untuk menjalankan kepengurusan ini semaksimal ini. Namun pasti ada dibenak teman-teman semua yang kurang puas atau bahkan tidak puas denan kepengurusan ini. Jalan panjang nan lebih terjal siap menunggu. Tapi ingat hal tersebut bukanlah hambatan, akan tetapi adalah sebuah tantangan yang akan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan bermartabat.
Teman-teman semua, apa yang dikatakan dalam tulisan ini hanya pendapat dari beberapa orang. Tidak semua apa yang dikatakan ini benar menurut teman-teman. Jadi kita harus bisa bersikap, mana yang menurut nurani kita baik. Karena nurani tidak pernah bohong. Mari intropeksi diri bersama-sama demi kebaikan bersama. Marilah kita bersama-sama berbenah diri untuk kebaikan. Selalu menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Tidak ada yang bisa mengubah diri kita selain kita sendiri. Dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran, dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.
*Q-jump*

Kamis, 25 Juni 2009

Berfikir Dengan Alam

Mungkin judul di atas terasa aneh dan membingungkan. Tapi memang begitulah ungkapan yang cocok ketika memasuki liburan. Saatnya pergi ke lapangan lagi, tapi sekarang dalam tujuan yang berbeda dari biasanya. Apalagi kalau bukan praktek dari kampus. Tapi menurut saya tetap saja bisa senang-senang, apalagi tempatnya untuk sekarang masih baru lagi. Tambah termotifasi untuk cepat kesana. Semoga dengan mendekatkan ke alam lagi, pikiran bisa menjadi lebih tenang dan damai. Kita tinggalkan beban pikiran, terutama bangku kuliah untuk berfikir bersama alam menikmati keindahan dan kesejukan udara pagi. Salam lestari

Senin, 27 April 2009

Badak

Cerita Badak Kecil

aku penghuni belantara sunyi

aku membutuhkan keheningan

untuk berdiam diri.

dengan penciumanku yang tajam

aku menghindari setiap perjumpaan,

tentu saja dangan manusia.

selama ini aku diburu

karena culaku yang mempesona

siapa saja.

kau tahu?

untuk mendapatkan cula itu

tentu saja harus menjeratku

atau menembakku

dan setelah itu

tubuhku tidak bergerak

dan nafasku tersedak.

kau tahu apa yang terjadi setelah itu?

aku makin sulit dicari

aku makin sedikit di bumi,

padahal engkau juga tahu,

kalau aku spesies kunci,

kunci keberadaan kawan-kawanku

ada di ala mini

oleh karena itu

cintailah aku

selamtkanlah aku

badak kecil yang terdesak dan tercampak

Karya : Fatkhurrahman A. K.

18 April 2009

Green Festival 2009

Green Festival adalah salah satu rangkaian kegiatan yang diadakan Botani Square dalam memperingati hari Bumi. Acara ini bekerjasama dengan organisasi-organisasi yang bergerak dibidang pelestarian alam dan juga Departemen Kehutanan. Salah satu acara inti dari kegiatan ini adalah Lomba Mewarnai di Media Kaos yang dilaksanakan hari Minggu, 26 April 2009 kemarin. Peserta yang ikut dari berbagai Sekolah Dasar yang dibagi kedalam dua tipe. Tipe A untuk kelas 1-3 dan Tipe B untuk kelas 4-5. Acara ini didukung penuh oleh Yayasan Badak Indonesia, Forum Badak Indonesia dan Gramedia. Dengan adanya acara ini masyarakat terutama siswa-siswi Sekolah Dasar diperkenalkan lebih dini tentang pelestarian alam dalam hal ini Badak, yaitu salah satu satwa purba yang terancam keberadaannya.

Senin, 20 April 2009

Kuliah Umum Badak Indonesia

Pada tanggal 23 Mei 2009, Uni Konservasi Fauna (UKF_IPB) mengadakan kuliah umum badak Indonesia untuk semua kalangan. Ide ini bermula dari rapat Divisi Konservasi Herbivora yang ingin memperkenalkan kepada masyarakat, khusunya civitas akademika IPB yang kurang lebih sudah empat tahun tidak mendengar tentang badak Indonesia. Kegiatan ini insyaallah pembicara langsung dari Yayasan Badak Indonesia (YABI).
Diharapakan dengan adanya kuliah umum ini masyarakat terutama kalangan mahasiswa lebih tergerak hatinya untuk melestarikan alam ini, khususnya badak Indonesia. Karena tanpa adanya perhatian dari masyarakat, pelestarian lingkungan secara maksimal akan sulit untuk dikembangkan. Maka dari itu, marilah kita menjunjung tinggi konservasi " Conservation for all", jangan sampai alam ini menjadi bencana bagi kita semua. Salam Lestari...............